Sabtu, 04 Desember 2010

Kisah Romeo-Juliet Di Londa


Gua Londa memiliki kisah romantik Romeo-Juliet versi Toraja. Dikisahkan, ada sepasang kekasih yang dilarang berhubungan lebih lanjut dan kemudian bunuh diri. Kisah bunuh diri mereka ada dua versi. Versi pertama mengatakan mereka terjun dari tebing, tapi ada yang mengatakan mereka menggantung diri. Di gual Londa, tulang belulang sepasang kekasih ini diletakkan berdekatan.

Di atas pintu masuk goa di Londa terdapat patung-patung orang yang jenazahnya diletakkan di dalam goa. Patung-patung itu disebut tau-tau dalam bahasa Toraja. Tau-tau adalah patung miniatur dari jenazah yang dikuburkan di dalam gua. Hanya kalangan yang memiliki strata sosial tinggi yang dibuat patung miniaturnya. Tau-tau yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun ini rawan pencurian mengingat harganya tinggi karena nilai seni dan budayanya.
Dalam waktu tertentu, masyarakat Tana Toraja datang ke Goa Londa untuk ziarah ke makam para leluhur mereka. Ketika berada di dalam goa, mereka tak hanya berdoa, melainkan juga mempersembahkan sesaji, seperti sirih, pinang, serta aneka bunga. Seringkali, mereka membawa sesaji yang diyakini sebagai kesukaan dari sang mendiang, seperti rokok, sepiring makanan, serta sebotol air putih.
Dengan penghargaan ini Londa memantapkan statusnya sebaga salah satu andalan pariwisata Toraja dan Indonesia bahkan dunia.

Jumat, 03 Desember 2010

Masakan Khas Toraja

Siapa yang tidak kenal Tana Toraja, selain Objek Wisatanya, juga tidak ketinggal Soal Kulinernya.
Pa'Piong
Pa'Piong ad
alah makanan yang dimasukkan kedalam bambu kemudian dibakar. Pa'Piong ini dapat berupa :
Pa’ Piong Bo’bo (Nasi Bambu)
Beras ketan dicampur santan ( bisa ditambahkan garam dan bawang putih sesuai selera) kemudian dimasukkan kedalam bambu dan dibakar, ada juga beberapa orang yang memasak nasi dan santannya dulu kemudian setelah setengah matang nasi dibungkus daun pisang kemudian dimsukkan kedalam bamboo dibakar sebentar jadi deh Pa’piong nasinya.
Pa’ Piong duku’ Bai ( Daging babi dimasak bambu)
Daging babi, daun miyana (Kadang diganti daun singkong) , bawang merah, bawang putih, jahe, cabe , daun bawang, garam dicampur dimasukkan kedalam bambu setelah itu dibakar. Kadang ditambahkan parutan kelapa sesuai selera. Di Jakarta orang lebih sering memasak bahan dengan bumbu yang sama diwajan tapi hasilnya berbeda, yang dimasak di bamboo lebih wangi dan enak menurut saya.
Pa’ Piong Burak (Batang pisang muda dimasak bambu)
Batang pisang muda diiris tipis-tipis kemudian dicampur kadang dengan ikan atau ayam ditambahkan bumbu sesuai selera biasanya kelapa parut, cabe, bawang merah, bawang putih, Jahe dll. Kemudian dibakar. Batang pisang muda yang digunakan dari jenis pisang tertentu rasanya lebih enak dan wangi.
Pantollo’ Pamarrasan
Bahan yang harus ada yaitu keluwak (kluwak) yang sudah diolah dengan dikeringkan, dijemur dan dihaluskan Ikan/ayam/daging babi/belut (yang sudah dibakar) dimasak dengan Keluwek dan sayur pangi (Kulit keluwek yang sudah diiris tipis-tipis kemudian dijemur hingga kering), cabe, jahe, sereh, bawang merah, bawang putih, daun bawang dan bumbu lainnya sesuai selera. Keluwak dalam bahasa Toraja disebut Pamarrasan
Masker (Masak kering)
Daging bebek/ayam/babi/Anjing dimasak kering dengan bumbu lengkuas, ketumbar, lada, sereh, daun jeruk, jahe, cabe, bawang merah, bawang putih dan lainnya sesuai selera.
Pangrarang ( sate)
Bedanya sate biasa dengan sate Toraja hanya pada bumbunya. Di Toraja sate hanya diberi garam secukupnya kemudian dibakar diatas bara sesudah matang dimakan dengan cabe ulek yang diberi perasan jeruk nipis.
Utan daun dua' kayu tu'tu' sola duku' bai (Daun singkong tumbuk dan daging babi)
Daun singkong muda ditumbuk halus kemudian dicampur irisan daging babi ditambahkan bawang merah, bawang putih, cabe, lengkuas, sereh dimasak dengan api sedang hingga matang. enaknya dimakan dengan nasi hangat dan sambal terasi atau sambal teri.
Kapurung
sebenarnya ini makanan khas orang Palopo yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanan dari Toraja tapi sudah seperti makana khas orang Toraja juga. Bahan dasarnya tepung sagu yang disiram air panas kemudian dibentuk bulat-bulat kecil dicemplungkan kedalam kuah ikan kemudian dicampur suiran ikan atau daging, sayuran, kacang goreng yang sudah dihaluskan, sambal terasi, dan perasan jeruk nipis.. mmmmm......